Pensiun Tenang

Kamis, 24 Februari 2011

Selamat pagi, selamat mensyukuri rahmatNya yang tidak pernah habis dan selalu tetap dilimpahkan kepada kita sebagai mahlukNya.

Ya.., kita terkadang selalu lupa bahwa sesungguhnya Tuhan YME tidak pernah lupa dan lalai untuk selalu memberi kita kasih dan rahmatNya. Yang ada ketika kita mendapat suatu, yang menurut kita merupakan ketidakberuntungan, kita selalu menyalahkan nasib bahkan menyalahkanNya. Namun ketika kita mendapat suatu kebahagiaan kita lupa bahwa itu adalah pemberianNya dan diantara pemberianNya itu ada sebagian yang merupakan titipan untuk diberikan kepada orang lain.

Banyak sekali rahmat yang diberikanNya kepada kita beberapa diantarannya adalah waktu dan akal. Dan kita harus mensyukurinya dengan memanfaatkan sebaik-baiknya dan ingat kita harus membaginya kepada orang lain karena sebagian dari itu adalah merupakan milik orang lain yang dititipkanNya kepada kita. 

Waktu
Nabi Muhammad SAW bersabda : "Manfaatkan 4 hal sebelum 4 hal, yaitu waktu luangmu sebelum sempitmu, mudamu sebelum tuamu, sehatmu sebelum sakitmu dan kayamu sebelum miskinmu". Semua itu berhubungan dengan memanfaatkan waktu, dan tidak hanya untuk meraih kebahagiaan akhirat saja namun juga untuk kebahagiaan dunia.

Mari kita manfaatkan waktu kita, tentu saja, utamakan untuk ibadah. 

Setelah itu kita manfaatkan waktu kita untuk mempersiapkan 4 hal tersebut yang pasti akan menghampiri kita nanti. Kita siapkan Fisik, mental dan materi sebelum hal tersebut datang, sehingga pada saat 4 hal itu datang kita tidak bergantung atau merepotkan orang lain.

Pada saat sibuk, kita mungkin tidak sempat untuk mencari tambahan, tapi jika kita memiliki bisnis yang tetap berjalan walaupun tanpa kita kerjakan maka penghasilan kita tidak akan berkurang.

Pada saat kita tua, kita pasti pensiun dan susah untuk mencari kerja lagi, namun biaya hidup kita tetap ada. Namun jika kita memiliki bisnis yang sudah kita rintis dari sekarang, maka pada saat tua nanti kita tidak akan kekurangan secara materi.

Pada saat sakit nanti, tentu saja, kita tidak akan bisa bekerja atau menangani bisnis kita. Dan kita memerlukan biaya tambahan untuk keperluan pengobatan. Jika kita memiliki bisnis yang tetap jalan tanpa memerlukan kehadiran fisik kita, maka kita akan lebih tenang dan ketenangan itu akan mempercepat proses kesembuhan :).

Pada saat miskin nanti, maksudnya pada saat kita tidak memiliki pekerjaan, entah karena PHK atau pensiun, kita tidak memiliki penhasilan :( sementara biaya hidup kita terus bertambah. Mari, mumpung kita masih bekerja, mumpung orang tua kita masih bekerja, kita masih punya banyak teman dan relasi. Bangun bisnis yang tidak menyita waktu dan mengganggu pekerjaan utama anda. Sehingga jika kita sudah tidak bekerja kita masih memiliki penghasilan yang memadai dan bahkan jauh lebih besar.

Mari kita manfaatkan keempat hal itu, luang, muda, sehat dan kaya, dengan membaginya kepada orang lain. Kita manfaatkan diri kita untuk kebahagiaan orang lain. Mari ajak sanak saudara, teman dan relasi untuk memanfaatkan 4 hal itu menuju kesuksesan. Sungguh, sukses bersama lebih membahagiakan daaripada sukses sendiri.

Di tulisan berikutnya saya akan melanjutkannya untuk mengingatkan diri saya, khususnya, dan semoga juga untuk teman-teman untuk mensyukuri Akal yang kita miliki.

Semoga postingan saya hari ini, dapat bermanfaat buat teman-teman semianya.


Salam sukses selalu

Riki - have a bagusmindset

Kamis, 17 Februari 2011

Asuransi dan Bisnisku (lanjutan1)

Selamat Pagi buat teman-teman yang selalu melangkahkan kakinya menuju kesuksesan dan yakin akan mencapai kesuksesan itu. 

Kemarin, saya memaparkan pentingnya Asuransi Pensiun atau Dana Pensiun bagi kita. Namun saya juga mengingatkan untuk memastikan apakah itu cukup atau belum, mengingat biaya-biaya hidup pada saat masa pensiun nanti bahkan bisa lebih besar dari sekarang.

So, apa yang mesti kita lakukan supaya kita bisa hidup dengan tenang di masa pensiun kita nanti? Sudah puluhan tahun kita bergelut untuk mencari nafkah, bergumul dengan waktu, diomelin bos, dibebani setumpuk tugas, dan lain sebagainya. Masa di sisa-sisa umur kita masih tetap seperti itu?

Jalan keluarnya adalah mulai membangun bisnis dari sekarang. Bisnis yang bisa langgeng dan ketika di masa pensiun kita, kita tidak perlu lagi bekerja keras namun tinggal menikmati hasilnya dan bahkan tetap berkembang.

Jika kita memulai bisnis kita setelah masa pensiun kita nanti, berarti kita tetap harus bekerja keras untuk membangun pasar, dan modal yang cukup besar. Dan, namanya bisnis tidak selalu mulus, ada turun naik, yang kemungkinan menimbulkan patah semangat dan perlu tambahan waktu untuk lebih bekerja keras lagi.

Jika kita memulai dari sekarang dan jika kita mengalami masa turun di bisnis kita, masih banyak waktu untuk memulai lagi, lagi dan lagi, sampai ketika masa pensiun kita bisnis yang kita bangun sudah mapan dan tinggal menikmati hasilnya.

Apapun jenis bisnis kita yang akan atau sedang kita rintis, yang perlu kita perhatikan adalah :
  • Modal yang sesuai dengan kantong kita, itu syarat utama jangan sampai bisnis kita tidak jalan tapi pinjaman modal belum lunas :(
  • Tidak menyita waktu, jangan sampai bisnis kita tidak berjalan tapi karir kita juga mandek bahkan kena sangsi indispliner, walah...
  • Langgeng, bukan bisnis musiman atau ikut2 an karena melihat temen atau orang lain sukses di bisnis itu dan ketika sudah booming bisnis kita jadi letoy, seperti waktu lagi musim Wartel, Air isi ulang dan sebagainya. Kita yang tidak fokus di bisnis itu pasti akan tergilas dengan yang punya modal besar dan bisa fokus di bisnis itu.
  • Mudah dijalankan, sehingga kita dapat melibatkan keluarga kita dalam menjalankan bisnis itu dan pada waktunya nanti kita bisa menyerahkan kepada putra-putri kita untuk meneruskannya.  Dan jika ternyata kita tidak berumur panjang, Istri dan Anak-anak kita dapat menjalankan bisnis itu dan mendapatkan penghasilan yang layak dan tidak hanya mengandalkan Uang pertanggungan yang cair sekaligus dan cepat habis.
  • Produk, baik itu jasa ataupun komoditas yang kita tawarkan harus lah yang berkwalitas, halal dan banyak dikenal sehingga kita mudah untuk memasarkannya.
  • Pangsa Pasar yang masih luas, tentu saja, jika ingin bisnis kita terus berkembang maka kita memerlukan pelanggan yang tidak itu-itu saja.
  • Jaringan, jaringan juga penting untuk mengembangkan bisnis kita bahkan jika perlu sampai ke luar negeri, enatah itu berupa cabang, chaneling maupun rekan bisnis.
Mungkin masih banyak lagi hal-hal yang perlu kita perhatikan dalam menjalankan bisnis sampingan kita. Apapun profesi anda, karyawan, pegawai negeri, atlit, artis, pedagang dan lain sebagainya, tetap saja kita akan menemui yang namanya masa pensiun, dimana kita ingin menikmati masa itu dengan tenang dan mengisinya untuk mengisi rohani kita yang mungkin saat ini hanya terisi separuh. Polis Asuransi dan Bisnis yang dapat kita nikmati hasilnya tapi tanpa menghabiskan waktu banyak dan kerja keras lagi, amat sangat perlu bagi kita.

Saat ini, saya sudah melakukannya dengan membangun bisnis saya di DBC Network dan Oriflame. Tentu saja Polis Asuransipun sudah saya miliki dan Insya allah akan terus saya tambah. Sehingga, harapan saya, saya dapat menikmati masa pensiun saya dengan tenang, aamiin.

Semoga tulisan ini dapat bermafaat buat teman-teman semua
Salam sukses selalu

Riki - have a bagusmindset

Rabu, 16 Februari 2011

Asuransi dan Bisnisku

Temen-temen yang semoga selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa,

Semua orang pasti butuh Asuransi, entah itu asuransi kesehatan, asuransi dana pensiun atau asuransi jiwa. Di masa kini kesadaran untuk membeli sebuah polis Asuransi sudah semakin baik, terutama untuk asuransi kesehatan dan asuransi jiwa. Bagi seorang karyawan, biasanya secara otomatis diikut sertakan dalam asuransi dana pensiun oleh perusahaan. Nah untuk selain karyawan, bagi yang belum, sebaiknya ikut dalam program DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) yang suka ditawarkan di Bank-Bank besar atau Perusahaan Asuransi.

Asuransi jiwa dan dana pensiun sangat penting bagi kita, bukan hanya untuk jaga-jaga kalau kita meninggal saja tapi juga untuk menjaga kelangsungan hidup kita pada saat pensiun nanti. Karena pada saat masa pensiun nanti kita juga tetap harus mempunyai penghasilan untuk membiayai kelangsungan hidup kita. 

Kita Check List yah biaya hidup kita pada saat masa pensiun nanti :
  • Biaya Dapur? off course masih perlu
  • Biaya Rumah Tangga? off course masih juga
  • Biaya Sekolah anak2? malah bisa lebih mahal seiiring peningkatan taraf pendidikan
  • Biaya kesehatan? malah bisa lebih mahal seiring usia kita
  • Biaya lain-lain? wah banyak tuh, seperti sekarang saja banyak banget biaya lain-lain yang tak terduga.
Sementara penghasilan kita? Dari tempat kita bekerja pasti sudah berkurang bahkan untuk Karyawan Swasta sudah nol. Cukupkah hanya dengan  mengandalkan Asuransi Jiwa dan dana pensiun?
Mari kita hitung mulai sekarang, berapa penghasilan kita saat ini dan berapa biaya hidup kita saat ini?

Sehubungan sudah malam dan saya harus beristirahat, kita lanjut nanti yah.. Toh untuk masalah bisnis saya tetep jalan 24 jam karena dukungan sistem dan teknologi yang canggih :)

Salam sukses selalu


Riki - have a bagusmindset



Rabu, 02 Februari 2011

Alasan Saya Memilih DBC NETWORK

SALAH SATU PROGRAM PROMO UNTUK KONSULTAN BULAN INI

Sudah dua belas kali saya menuliskan harapan saya untuk PENSIUN MUDA serta alasan kenapa saya ingin pensiun muda dan persiapan untuk mencapainya yaitu dengan bergabung dan bekerjasama bersama uplineku, Mba Uli, dan Leaderku, Mba Nurul Abidah, di Dbc-Network.

Hari ini saya ingin berbagi dengan teman-teman alasan saya untuk memilih Dbc-Network sebagai tempat saya melangkah menuju pencapaian rencana saya tersebut :
  1. Dbc-Network memasarkan produk yang jelas, yaitu Oriflame yang merupakan produk kosmetik, perawatan tubuh dan aksesoris baik  untuk pria dan wanita. Produk Oriflame yang dipasarkan juga sudah cukup terkenal dan banyak yang menggunakan. Dan tentu saja pangsa pasarnya pun cukup luas karena disekitar kita, entah tetangga, teman kantor banyak sekali wanita yang tentu saja menggunakan kosmetik dan perawatan tubuh. Dan gak usah jauh-jauh, istri saya juga wanita lho :-()
  2. Dbc-Network dan Oriflame sering mengadakan promo-promo khusus baik untuk konsumen maupun konsultannya (istilah oriflame untuk para member), seperti Welcome Program (WP1,WP2,WP3 terkadang sampai WP4) untuk konsultan yang baru bergabung berupa produk gratis untuk yang mencapai kualifikasi , Busines Class (BC) untuk konsultan yang baru maupun yang lama berupa diskon mulai dari 50% s/d 100%, Leader Consultan Program (LCP), dan lain sebagainya.
  3. Dbc-Network mengembangkan jaringannya tidak hanya melalui offline tapi juga secara online. Jadi pada Dbc-Network bukan lah MLM biasa tapi MLeM alias Multi Level eMarketing :). Jadi saya pun bisa memanfaatkan teknologi yang saya miliki (baca : "Yuk, Maksimalkan Internet Kita"), entah itu HP saya maupun komputer yang ada di rumah.
  4. Dbc-Network sudah memiliki banyak leader yang sudah di Level Director termasuk Leader saya Mba Nurul Abidah. Para Leader nya pun tidak pelit untuk berbagi pengalaman bahkan sering untuk turun tangan membantu dan mengingatkan kami.
  5. Dbc-Network banyak memiliki trik-trik atau strategi jitu (baca : "STRATEGI JITU UNTUK PENSIUN MUDA SAYA") yang amat sangat membantu saya dalam mencapai rencana saya tersebut.
Denga Panca Alasan itu, tidak salah kan kalau saya memutuskan untuk bergabung dengan Dbc-Network

Dan  sekarang ini hampir setiap bulan saya bisa memberi istri saya bingkisan berupa kosmetik, Aksesoris, atau perawatan tubuh yang saya dapet secara cuma-cuma atau separo harga dari oriflame ( sssttt, yang ini jangan kasih tau ke istri saya yah, he..he..he... :p ) 

Semoga tulisan saya ini dapat bermanfaat buat temen-temen untuk menentukan bisnis dalam hal mencapai rencana dan keinginan teman-teman saat ini untuk mendapat penghasilan tambahan.

Salam sukses selalu


Riki - have a bagusmindset

Selasa, 01 Februari 2011

Hari ini genap 39

Salam sukses selalu !!

Hari ini usia saya genap 39 tahun. Jika saya kutip dari sebuah status Pak Mario Teguh di Facebook, beliau pernah mengatakan bahwa :

"Time Style yang standar adalah 50, yaitu cara hidup umum yang menjadikan sebagian besar orang berhasil pada usia 50 tahun."

Jadi berarti saya masih memiliki waktu 11 tahun lagi untuk menjadi orang yang memiliki tyme style yang standard.

Tapi, saya tidak mau yang standard!!, saya harus lebih dahulu mencapai keberhasilan saya sebelum usia 50 tahun.

Apa sih arti keberhasilan bagi saya? Harta berlimpah? Menduduki jabatan yang sangat penting di kantor saya sekarang atau di tempat lainnya? Menjadi tokoh yang penting, entah itu di kelompok masyarakat tertentu, agama atau politik? 

Itu semua memang itu semua menjadi harapan saya, tapi apa artinya semua itu jika ternyata saya tidak mempunyai waktu untuk bersama-sama dengan keluarga. Apa artinya uang berlimpah jika ketika anak saya bertanding Futsal yang merupakan kebanggaannya dan meminta saya untuk hadir karena itu suatu moment yang penting buat dia tapi saya tidak bisa hadir karena saya harus masuk kerja di akhir pekan. Apa artinya kedudukan penting jika ketika Ibunda tercinta saya berbaring di Rumah sakit saya tidak bisa menemaninya?

Apakah keberhasilan saya itu akan membuat saya bahagia?

Oh no..., :(

Saya akan merasa berhasil jika secara keuangan saya cukup dan selalu ada jika dibutuhkan dan secara waktupun saya dapat menemani putra-puri saya kapan mereka membutuhkan saya.

Saya akan merasa berhasil jika saya dapat memberi Ibunda saya secara materi dan sayapun dapat menemaninya kapanpun beliau membutuhkan saya.

Saya akan merasa berhasil jika saya menduduki karir yang tinggi namun saya masih memiliki waktu untuk sholat berjema'ah dan menghadiri pengajian-pengajian.
Dan itu semua Insya Allah akan saya capai sebelum usia 50, bersama dengan Upline dan Leader saya di dbc-network .

Dukung saya ya Mba Aulia Aini dan Mba Nurul Abidah.... 

Dan buat temen-temen yang ingin bersama saya mencapai keberhasilan (apapun dfinisi keberhasilan bagi anda) sebelum usia 50, supaya kita tidak termasuk sebagai orang yang standard :), mari gabung bersama saya di sini.

Salam sukses selalu


Riki- have a bagusmindset